Demi Pemerataan Pembangunan, Rai Wirajaya Dukung Pembangunan Bandara di Bali Utara

Bali, Denpasar, Figur36 Views

“Rai Wirajaya: Percayakan Pembangunannya Kepada Gubernur Koster”

 

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi pada sebuah kesempatan saat meninjau lokasi rencana dibangunnya Bandara Bali Utara di Dusun Tukad Ampel, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Minggu 30 Desember 2018, mengungkapkan jika kawasan Desa Kubutambahan merupakan tempat yang paling strategis untuk pembangunan bandara baru di Bali Utara. Saat ini memang terdapat 3 (tiga) alternatif lokasi dibangunnya Bandara Bali Utara yakni di Gerokgak, Celukan Bawang dan di Kubutambahan. Meski belum memastikan pembangunan bandara di Desa Kubutambahan, namun Menhub menyebut jika Kubutambahan memiliki nilai strategis dibandingkan 2 (dua) alternatif lokasi lainnya.

Menyikapi hal ini, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan sangat mendukung rencana pembangunan Bandar Udara di wilayah Bali Utara tersebut. Bahkan sebagai wujud keseriusan dukungannya, politisi dari Desa Peguyangan Denpasar ini yang akrab disapa Rai Wirajaya telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster.

“Soal penlok (penentuan lokasi) saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Gubernur. Tempatnya juga sudah jelas di daerah Kubutambahan,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE.M.M., saat ditemui di Denpasar, Minggu (13/1).

Karena itu, Rai Wirajaya meminta masyarakat Bali menyerahkan sepenuhnya rencana pembangunan bandara ditangan Gubernur Bali Wayan Koster. Soal lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan yang masih berjalan alot, Rai Wirajaya menyebut hal itu telah diselesaikan dengan baik. “Dalam waktu dekat menunggu penlok turun, masalah tanah sudah bisa diselesaikan dalam bentuk kesepakatan dan perjanjian kerja sama dalam hal ini mekanisme sistem sewa lahan. Lokasinya sudah pasti dan tidak berubah. Diperlukan beberapa pertemuan, tinggal penandatanganan MoU dengan desa adat dan masyarakat. Bagaimana sistem pembayarannya dan jangka waktunya,” ujar Rai Wirajaya yang kembali maju nyaleg DPR RI dari PDI Perjuangan nomor urut 4 dapil Bali.

Dikatakannya juga, semua pihak harus memahami pembangunan bandara tidak bisa dilakukan satu tahun, namun harus secara multi years. Sehingga semakin cepat penlok turun maka harapan untuk menyeimbangkan pembangunan antara Bali selatan dengan Bali utara segera diwujudkan. Sejalan dengan pembangunan infrastruktur jalan baru di seluruh Bali, juga diharapkan akan menggerakkan perekonomian Bali secara menyeluruh. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *