Categories Bali Buleleng

Kemenekraf Bekali 50 Warga Bengkala Keterampilan Membuat Konten Digital

Singaraja (Penabali.com) – Sebanyak 50 warga Desa Bengkala, Kabupaten Buleleng, mengikuti pelatihan pembuatan konten digital yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui program Aktivasi Desa Kreatif bertajuk Gen Matic (Generasi Muda Melek Teknologi), Kamis (5/11/2026).

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya untuk memperkenalkan potensi lokal melalui konten kreatif.

Kepala Subdirektorat Pemasaran dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Trio Dewangga, mengatakan program tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya menggunakan teknologi sebagai sarana memperoleh informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya digital yang memiliki nilai tambah.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memproduksi konten digital yang kreatif, informatif, dan memiliki nilai tambah,” ujar Trio saat dihubungi, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, kemampuan membuat konten digital semakin dibutuhkan untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah. Melalui keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan dapat membangun identitas desa di ruang digital dan menjangkau khalayak yang lebih luas.

Desa Bengkala dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki karakteristik masyarakat serta kekayaan budaya lokal yang dapat dikembangkan menjadi bahan pembuatan konten kreatif.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk menghasilkan karya digital yang menggambarkan keunikan dan identitas Desa Bengkala.

Melalui program Gen Matic, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi, tetapi juga didorong untuk berperan aktif dalam memproduksi konten yang dapat mendukung promosi potensi daerah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari langkah Kementerian Ekonomi Kreatif dalam memperluas pengembangan talenta digital hingga ke tingkat desa. Penguatan kemampuan masyarakat diharapkan dapat membuka peluang tumbuhnya kegiatan ekonomi kreatif yang memanfaatkan teknologi.

Trio berharap peningkatan keterampilan digital tersebut dapat mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memberikan manfaat bagi potensi lokal.

“Penguatan kapasitas masyarakat diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi potensi lokal,” katanya. (rls)