BULELENG – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memberikan fasilitasi pendaftaran merek kepada 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Bengkala, Kabupaten Buleleng, Kamis (5/11). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Aktivasi Desa Kreatif yang menyasar pengembangan potensi ekonomi kreatif di tingkat desa. Melalui program ini, para pelaku UMKM mendapatkan pendampingan terkait proses pendaftaran merek agar identitas produk yang dihasilkan memiliki perlindungan hukum.
Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pemasaran dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain, Trio Dewangga, mengatakan bahwa merek memiliki peran penting dalam keberlangsungan dan pengembangan sebuah usaha. Selain menjadi pembeda suatu produk dengan produk lainnya, merek juga merupakan aset yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha.
Menurutnya, kepemilikan merek terdaftar dapat memberikan kepastian perlindungan hukum terhadap identitas produk. Hal tersebut juga berpotensi meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperkuat posisi UMKM dalam menghadapi persaingan pasar.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 50 pelaku UMKM memperoleh pembekalan mengenai manfaat perlindungan kekayaan intelektual, kelengkapan persyaratan administrasi, hingga prosedur pengajuan pendaftaran merek. Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta memahami tahapan yang harus dipenuhi sebelum mengajukan permohonan pendaftaran.
Trio menambahkan, potensi produk lokal yang dimiliki desa perlu didukung dengan pemahaman mengenai legalitas usaha dan perlindungan kekayaan intelektual. Dengan begitu, kreativitas masyarakat dalam menghasilkan produk dapat diikuti dengan upaya menjaga identitas serta kepemilikan merek.
Melalui fasilitasi ini, Kemenekraf berharap pelaku UMKM di Desa Bengkala semakin memahami pentingnya mendaftarkan merek sejak dini. Perlindungan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan nilai ekonomi produk lokal sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

