Made Mudarta: Mari Hormati Konstitusi dan Lakukan Strategi Pilpres dengan Cara Elegan

Denpasar, Politik16 Views

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta, sangat menyayangkan ada aksi dan gerakan dari masyarakat yang terkesan menolak kehadiran Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno ke Bali dalam lawatan acaranya, “Sandi Menyapa Semeton Bali” tanggal 23 dan 24 Februari 2019. Menurutnya, Bali adalah daerah yang welcome menerima siapa saja yang datang. Tak hanya warga NKRI, dengan tamu asing dari luar negeri pun masyarakat Bali dengan ramah menyambutnya. Karena itulah juga, Bali diserbu wisatawan baik domestik dan mancanegara selain karena keindahan alam Bali dan kekayaan adat dan budayanya yang masih kuat dilaksanakan.

“Kedatangan Sandiaga Uno itu khan memenuhi konstitusi sebagai Cawapres yang telah ditetapkan KPU untuk mensosialisasikan program-program unggulannya kepada masyarakat Bali agar semakin banyak masyarakat tahu dan mengenal lebih dekat visi misi paslon 02 menuju Indonesia menang dan Indonesia yang adil makmur”, jelas Mudarta saat dihubungi, Minggu (24/2).

Dikatakan, aksi-aksi seperti itu tidak sesuai dengan nilai adat budaya Bali yang menjunjung tinggi kebersamaan berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila. “Kita berharap kepada elit partai politik, tim pemenangan dan relawan untuk bersama-sama menjaga situasi Bali tetap kondusif. Apalagi Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Kalau ada gesekan horisontal berkaitan dengan momentum pemilu tentu suasananya menjadi tidak positif”, ujarnya sembari berharap ke depan tidak lagi ada upaya dari siapapun untuk memprovokasi ataupun menggiring masyarakat melakukan aksi-aksi diluar norma kampanye.

Dalam berbagai kesempatan masing-masing tim pemenangan Capres dsn Cawapres telah menyepakati terciptanya kedamaian. Bahkan Mudarta menyebut, di kubu 01 menargetkan suara 80 persen di Pilpres 2019. Dengan angka target itu sesungguhnya tidak perlu lagi ada aksi-aksi seperti itu. “Anggaplah misalkan tim kampanye 01 klaim Bali itu adalah basisnya Jokowi, maka tidak perlu lagi melakukan gerakan-gerakan tertentu yang mempengaruhi ketenangan situasi yang sudah kondusif. Karena itu mari kita jaga bersama kondusifitas Bali”, pintanya.

Mudarta juga mengajak masyarakat Bali untuk menjunjung tinggi konstitusi, melaksanakan dan mempraktekkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar sesuai dengan sesanti masyarakat Bali yang penuh dengan semangat gotong royong dan menyame braye. Atas apa yang terjadi pada Cawapres 02 Sandiaga Uno saat berada di Bali itu, Mudarta memastikan tim dan relawan pendukung 02 tidak akan melakukan aksi balasan. “Kami sangat menghormati dan paham betul bagaimana mekanisme aturan dan kami ingin melakukan proses demokrasi yang sejuk, demokrasi yang damai, politik yang bergembira”, sebut politisi dari Jembrana ini.

“Mari lakukan strategi pemenangan dengan cara-cara terpuji, dengan cara yang elegan, karena siapapun yang menang di pilpres nanti maka itulah pemimpin kita, itulah catur guru yang harus kita hormati”, tutupnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *