Categories Bali Berita Buleleng

Termuda Pimpin PAC Banjar, Putu Andhika Arya Pratama Usung Regenerasi Politik

Singaraja ( Penabali.com) – Struktur kepemimpinan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Banjar resmi mengalami pergantian. Putu Andhika Arya Pratama (25) dilantik sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Banjar, bersamaan dengan pelantikan seluruh PAC se-Kabupaten Buleleng yang berlangsung pada Minggu (4/1).

Pelantikan tersebut mencatatkan sejarah baru di Banjar. Andhika menjadi ketua PAC termuda yang pernah memimpin di wilayah tersebut. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat basis akar rumput partai sekaligus menjawab tantangan regenerasi kader di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

Dihubungi Senin (5/1), Andhika mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak memiliki niat untuk terjun langsung ke dunia politik praktis. Fokus utamanya selama ini adalah mengembangkan bisnis keluarga yang mulai ia kelola secara serius sejak masa pandemi Covid-19. Namun, dorongan serta kepercayaan dari lingkungan sekitar dan partai akhirnya membuatnya mantap menerima amanah tersebut. “Kalau ditanya kesiapan, mau tidak mau saya harus siap. Ini adalah mandat partai untuk mengabdi,” ujarnya.

Motivasi Andhika juga tidak lepas dari sosok ayahnya, Nyoman Arya Astawa, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat selama bertahun-tahun. Nilai-nilai pengabdian itulah yang kemudian menjadi fondasi kuat bagi Andhika untuk melanjutkan peran melalui jalur politik.

Sebagai Ketua PAC Banjar yang baru sekaligus pendatang baru di dunia politik, Andhika menegaskan bahwa program prioritasnya adalah mendorong keterlibatan generasi muda. Menurutnya, regenerasi kader menjadi kunci keberlanjutan dan penguatan partai ke depan. “Program terdekat tentu mengajak anak-anak muda untuk ikut terlibat, menggali potensi mereka, dan menyiapkan kader-kader muda yang bisa diregenerasikan,” jelasnya.

Selain fokus pada kaderisasi, Andhika juga berkomitmen bersama jajaran PAC dan pengurus ranting untuk lebih intens turun ke masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial serta menyerap langsung aspirasi warga. Ia menilai, kehadiran kader di tengah masyarakat akan membangun kepercayaan sekaligus memperkuat citra partai. “Tujuan saya sekarang adalah bagaimana membentuk sosok yang bisa dipercaya masyarakat. Jika itu terwujud, partai akan ikut terbawa secara otomatis,” tegasnya.

Ke depan, Andhika menargetkan kebangkitan kembali posisi PDI Perjuangan di Kecamatan Banjar seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan mengedepankan inovasi dan penguatan kader muda sebagai motor penggerak.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, menjelaskan bahwa kepengurusan PAC yang dibentuk merupakan perpaduan antara kader muda dan kader senior. Kader senior dinilai memiliki loyalitas serta pengalaman dalam pengelolaan organisasi, sehingga mampu menjadi penopang kader muda.

Formasi tersebut diharapkan dapat menjalankan tugas-tugas strategis partai, khususnya dalam menghadapi dan memenangkan agenda-agenda politik ke depan. Supriatna juga menegaskan pentingnya seluruh kader dan simpatisan untuk terus turun ke bawah dan hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, kerja-kerja politik PDI Perjuangan harus senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat kecil. “Kita harus terus bekerja dan turun ke bawah, menyatukan langkah dan visi untuk masyarakat Buleleng, khususnya berpihak kepada wong cilik,” tegas politisi asal Tejakula tersebut.

Ia mengingatkan seluruh pengurus agar tetap tegak lurus terhadap instruksi partai serta menjaga soliditas dan harmonisasi internal. Sebagai partai pemenang di Buleleng, PDI Perjuangan dituntut mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat. “Kader harus menjaga kemenangan ini, agar ke depan PDI Perjuangan tetap berada di hati masyarakat,” pungkasnya. (ika)