90,7 Kg Sabu dan 13,6 Kg Ganja Diamankan, 8 Tersangka Terancam Hukuman Mati

90,7 Kg Sabu dan 13,6 Kg Ganja Diamankan, 8 Tersangka Terancam Hukuman Mati

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya merilis hasil pengungkapan kasus narkotika di Mapolrestabes Surabaya. (foto: ist.)

Surabaya (Penabali.com) – Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menangkap delapan tersangka dalam kasus peredaran narkotika dengan total barang bukti yang disita narkotika jenis sabu 90,7 kilogram dan narkotika jenis ganja 13,6 kilogram.

Kombes Pol. Achamad Yusep Gunawan selaku Kapolrestabes Surabaya mengatakan puluhan kilogram narkotika jenis sabu dan ganja yang diamankan kepolisian dalam penangkapan tersebut.

“Narkotika jenis sabu sebanyak ratusan bungkus, kalau ditimbang dengan berat keseluruhan 90,7 kilogram juga 13,6 kilogram ganja kering,” ujar Kombes Pol. Yusep di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (18/8/2022).

Menurut Kapolrestabes Surabaya, penangkapan delapan tersangka berawal dari salah satu tersangka RM (38) warga Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, yang diamankan Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

“Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, menangkap RM di lobby salah satu hotel di Surabaya, kemudian polisi menemukan 5,3 kilogram sabu yang disimpan di dalam tas jinjing milik RM,” katanya.

Perwira polisi dengan tiga melati di pundaknya ini menjelaskan, berdasarkan hasil pengembangan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan di wilayah Kepahiang Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan di sana, kemudian anggota mengamankan AN (28) BA (27) dan AY (28) ketiga tersangka yang berhasil diamankan polisi merupakan warga Surabaya, dari dalam bus penumpang tujuan Pulau Jawa,” ucap Yusep.

Kapolres menambahkan, saat dilakukan penggeledahan, dari tiga tersangka, polisi menemukan 42 bungkus sabu yang sudah dikemas dalam bungkus teh cina dengan berat 43,9 kilogram dan satu paket sabu seberat 3,70 gram.

“Ketiga tersangka mengaku baru saja mengambil barang haram sabu tersebut, dari seseorang di sebuah hotel di Pekanbaru Riau,” kata Yusep.

Tidak sampai berhenti disini, kata Kombes Yusep, kemudian pada Rabu (15/06/2022) sekira pukul 03.00 WIB, di sebuah rumah makan Kota Medan, Anggota Satresnarkoba meringkus dua tersangka yakni, AL (25) dan CH (27) kedua tersangka merupakan warga Banjarmasin, saat dilakukan penggeledahan ditemukan 40 bungkus kemasan teh cina yang berisi sabu dengan berat 41,8 kilogram.

“Saat diinterogasi kedua tersangka mengaku baru saja mengambil sabu tersebut, di sebuah hotel di Kota Medan dan hendak dibawa ke Pekanbaru, kedua tersangka mengaku sudah beroperasi sejak tahun 2021,” tegas Kombes Pol. Yusep.

Kemudian sambung Kapolrestabes Surabaya, pada Rabu (20/07/2022) sekitar pukul 16.30 Wib, di wilayah Sidoarjo, Anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, mengamankan seorang tersangka yaitu, AZ (24) di kediamannya Sidoarjo Jawa Timur.

“Saat dilakukan penggeledahan oleh petugas tersangka AZ menyimpan beberapa bungkus ganja diantaranya satu bungkus ganja 197 gram, satu bungkus ganja 36 gram, satu poket ganja 4,48 gram, dan satu paket ganja 4,14 gram, barang tersebut dibungkus tas kain di loteng rumahnya,” jelas Yusep.

Kombes Pol. Yusep menambahkan, dari pengakuan AZ kepada petugas bahwa ia mengedarkan narkotika jenis ganja untuk meraih keuntungan pribadi.

“Selanjutnya atas informasi yang diberikan oleh AZ, anggota melakukan pengembangan pada Rabu (20 Juli 2022) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Kedungrejo Sidoarjo, polisi melakukan penangkapan tersangka berinisial EK (27) di kediamannya,” tuturnya.

Terakhir, Kapolrestabes menjelaskan saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah tersangka ditemukan 45 bungkus ganja seberat 13.356,17 gram, satu poket sabu seberat 0,71 gram, EK mengaku sudah 3 kali sebagai kurir atas perintah atasannya yang berinisial GG (DPO) untuk menyimpan barang kiriman dari Jakarta dan kemudian diedarkan kepada pemesannya sesuai arahan dari atasannya.

“Akibatnya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati,” pungkas Kombes Pol. Yusep. (rls)

Bagikan berita ini...

Leave a Reply

Your email address will not be published.