Singaraja ( Penabali.com) –Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Wayan Soma Adnyana, S.T., kader PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Buleleng, menginisiasi langkah nyata dengan mengembangkan perkebunan kelapa pandan wangi di Dusun Pumahan, Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng.
Lahan seluas 1 hektar 17 are yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini ditanami sebanyak 250 pohon kelapa pandan wangi. Bibit pohon tersebut didatangkan dari petani di Desa Sudaji, dengan harga bervariasi antara Rp. 200 ribu hingga Rp. 500 ribu per pohon. Untuk mendukung keberagaman hasil kebun, Soma juga menanam jagung, cabai, durian, terong, dan anggur.
“Kelapa pandan wangi ini saya pilih karena permintaan pasarnya tinggi, selain itu nilai jualnya juga cukup menguntungkan,” ungkap Soma saat ditemui di lokasi kebun, Rabu (24/9).
Menurutnya, upaya menghidupkan kembali lahan kurang produktif ini merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa Hari Tani Nasional seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu menggeluti dunia pertanian.
“Ini contoh kecil. Saya ingin masyarakat bisa ikut mengolah lahan yang ada agar memberi manfaat. Bertani jangan dianggap kuno, karena dengan teknologi sekarang hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Selain fokus pada budidaya tanaman, Soma juga tengah mengembangkan sektor peternakan, di antaranya kambing dan ayam petelur. Hasil produksinya nanti diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Buleleng yang selama ini masih banyak bergantung pada pasokan dari luar Bali.
“Kalau peternakan ayam petelur berjalan, kebutuhan telur di Buleleng bisa dipenuhi sendiri. Tidak hanya itu, usaha ini juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar, mulai dari perawatan kebun, ternak, hingga pemasaran hasil produksi. Dengan begitu perputaran ekonomi akan lebih hidup,” tambahnya.(uka)

