Penlok Bandara Bali Utara Tak Kunjung Turun, Made Mudarta: Rencana Bandara Bali Utara Jangan Jadi Komoditi Politik

Dusun Tukad Ampel, Desa/Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng dianggap menjadi lokasi strategis dan memiliki nilai lebih untuk dibangun bandar udara di wilayah Bali utara. Bahkan, saat kunjungan Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu ke lokasi tersebut, mengatakan Kubutambahan memang layak dibangun bandara.

Namun demikian, penentuan lokasi dimana bandara akan dibangun apakah di darat atau di laut, masih ngambang alias belum jelas. Padahal masyarakat Bali sangat menantikan bandara di Bali utara segera dibangun. “Dukungan masyarakat Bali kepada Jokowi saat pilpres lalu sangat tinggi. Jadi masyarakat Bali pantas kalau meminta agar Presiden Jokowi turun tangan membantu mempercepat merealisasikan bandara ini. Bila sekarang hal itu tak bisa diwujudkan, maka sah-sah saja, kalau kemudian pilihan masyarakat berubah,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, saat ditemui di Denpasar, Rabu (16/1).

Wacana bandara di Buleleng kerap dijadikan komoditi politik untuk meraih simpati. Karena sejak digulirkan wacana ini tahun 2009 sampai sekarang, rencana pembangunannya sering menjadi bahan kampanye politik. “Jadi jangan berlama-lama dan diulur-ulur, kalau molor kapan kesejahteraan rakyat bisa dicapai. Dan kehadiran bandara itu juga sudah sangat dibutuhkan,” ujar politisi asal Jembrana ini. Untuk itu Mudarta berharap sebelum pemilu ini sudah ada action seperti ground breaking. “Kami lebih melihat dari sisi kepentingan rakyat Bali yang harus diutamakan. Jangan kepentingan politiknya. Jadi jangan rakyat dipermainkan,” pintanya.

Sebagaimana diketahui, ada dua investor yang menyatakan siap menggarap bandara di Bali Utara ini. Dua investor itu yakni PT BIBU yang akan membangun bandara di laut dan PT Pembari yang siap mendirikannya di darat. Namun penlok yang sangat dibutuhkan sejauh ini belum juga turun dari pusat. Mudarta mengatakan, tak mempersoalkan apakah nantinya penlok akan di darat ataupun di laut. Terpenting baginya, bandara segera dibangun demi pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

“Tak masalah mau di laut atau di daratan. Siapa pun investornya yang penting mampu dan memenuhi syarat,” ujarnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *