Categories Bali Berita Buleleng

Program Xcelerator Kemenekraf Dorong Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Desa

Singaraja Penabali.com – Potensi desa dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru jika dikembangkan secara kreatif dan inovatif. Kekayaan budaya, tradisi, produk lokal, hingga aktivitas masyarakat memiliki peluang untuk menghasilkan nilai ekonomi. Untuk mendorong hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menghadirkan program Xcelerator di Desa Bengkala, Kabupaten Buleleng, Kamis (5/11).

Program bertajuk “Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Desa” ini merupakan bagian dari rangkaian Aktivasi Desa Kreatif yang dilaksanakan melalui Deputi Bidang Kreativitas Media, Direktorat Televisi dan Radio. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan peluang ekonomi kreatif sekaligus mendorong masyarakat menggali dan mengembangkan potensi daerahnya.

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pemasaran dan Komersialisasi Arsitektur dan Desain, Trio Dewangga, saat dihubungi Minggu (8/11), mengatakan potensi yang dimiliki desa dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi baru. Kreativitas dan inovasi menjadi modal penting untuk meningkatkan nilai tambah berbagai potensi lokal.

“Setiap desa memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Melalui kreativitas dan inovasi, potensi tersebut dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan ekonomi kreatif memberikan kesempatan kepada masyarakat desa untuk mengembangkan produk maupun layanan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Pemanfaatan teknologi dan dukungan promosi juga diperlukan agar produk lokal dapat dikenal lebih luas.

Dalam hal ini, industri media memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Televisi dan radio tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, mengangkat budaya lokal, dan mempromosikan produk kreatif masyarakat.

“Media dapat membantu memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas. Kekayaan budaya, tradisi, dan produk lokal bisa dikemas menjadi konten yang menarik,” katanya.

Desa Bengkala memiliki karakteristik sosial dan budaya yang dapat menjadi modal pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kekayaan tradisi dan kehidupan masyarakat setempat menyimpan peluang untuk dikembangkan menjadi sumber inspirasi bagi berbagai karya kreatif.

Melalui program Xcelerator, masyarakat diajak melihat keterkaitan antara kreativitas, industri media, dan peluang pertumbuhan ekonomi desa. Kolaborasi antara potensi lokal dan ekosistem media diharapkan dapat membuka ruang promosi, memperluas akses informasi, serta meningkatkan nilai ekonomi berbagai produk dan potensi daerah.

Pengembangan ekonomi kreatif di tingkat desa juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pihak. Dengan penguatan kapasitas, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi, potensi lokal diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Program ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperluas pengembangan ekosistem ekonomi kreatif hingga ke tingkat desa. Melalui Aktivasi Desa Kreatif, desa diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelestarian budaya, tetapi juga mampu tumbuh sebagai sumber aktivitas ekonomi kreatif baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat. ***